Sabtu, 13 April 2013


Rinduku

Serunai bunyi seruling mengiang lembut merambat menjamah seluruh tubuhku
Membawa suasana yang berbeda saat gemerlap lembayung senja menemukan alurnya
Menuju di keheningan malam yang siap memelukku hangat
Meraba-raba rasa yang lama aku pendam itu lagi
Tetap masih tertahan oleh penantian
Tak tau penantian tentang apa
Hati inipun masih gamang, masih ragu
Namun aku hanya bisa mendudu1
Benarkah rasa itu sungguh hadir?
Benarkah rasa itu memang ada?
Rasa ini sungguh dubius2
Sebuah keraguan yang sungguh tak bisa aku mengerti hingga hati ini masih tetap bertahan dan menanti
Lancang rasa itu hadir merasuk menerjang perawannya hati yang dulu tak berpenghuni
Sekian macam jenis rupa ternyata yang satu ini sungguh tak berbanding dalam hatinya
Dia yang kini mencabik hatiku tuk selalu merindunya
Dimana, kapan, bagaimana
Keraguan itu sering terjawab namun itu hanya di hatiku
Tak pernah hati ini mau jujur pada hatinya sendiri
Terkadangpun hanya selempangan rindu hadir tanpa dasar
Apa hal yang membuat hati ini tetap tak mau lalai mengingatnya
Sore ini aku tutup lembaran dengan nyanyian rindu tentang kamu


En Zarif Aylarca
Yogyakarta, 13 April 2013
1Berjalan(berlari, berengang, dsb) mengikuti dari belakang
2Bersifat ragu-ragu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar