Kamis, 26 Juni 2014



Rinduku Benci
Hujan belum berhenti berisik menetes
Sisa pecahannya menemukan alurnya
Terkadang aku benci pertemuan itu
Bersatunya rindu belum juga terjadi dalam ceritaku

Jingga tak mau terlihat lemah tenggelam di ujung hari
Bersembunyi mengintip dewinya dibalik mendung tipis
Terkadang aku benci pada sore
Terlihatnya sosok putri belum ada di benakku

Bulan terlihat ceria bergurau dengan bintang yang setia menemani malam penantiannya
Tawa kecil sesekali terdengar
Terkadang aku benci pada kebersamaan itu
Bayangan teman belum pernah terbentuk dalam lingkaranku

Malam menjelang pagi
Perjalanan embun terasa semilir dingin terbawa angin
Terkadang aku benci pada cakrawala
Membuka pintu masih terlalu menakutkan dalam imajiku

Dasar, aku memang pembenci
Benciku pada para banci yang munafiq
Masih tak semembaranya benciku pada rindu

Sekali lagi aku berharap
Engkau izinkan aku menemui rembulanku
En Zarif Aylarca, 30 Maret 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar