Rinduku
Benci
Hujan
belum berhenti berisik menetes
Sisa
pecahannya menemukan alurnya
Terkadang
aku benci pertemuan itu
Bersatunya
rindu belum juga terjadi dalam ceritaku
Jingga
tak mau terlihat lemah tenggelam di ujung hari
Bersembunyi
mengintip dewinya dibalik mendung tipis
Terkadang
aku benci pada sore
Terlihatnya
sosok putri belum ada di benakku
Bulan
terlihat ceria bergurau dengan bintang yang setia menemani malam penantiannya
Tawa
kecil sesekali terdengar
Terkadang
aku benci pada kebersamaan itu
Bayangan
teman belum pernah terbentuk dalam lingkaranku
Malam
menjelang pagi
Perjalanan
embun terasa semilir dingin terbawa angin
Terkadang
aku benci pada cakrawala
Membuka
pintu masih terlalu menakutkan dalam imajiku
Dasar,
aku memang pembenci
Benciku
pada para banci yang munafiq
Masih
tak semembaranya benciku pada rindu
Sekali
lagi aku berharap
Engkau
izinkan aku menemui rembulanku
En Zarif
Aylarca, 30 Maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar